Saudi Imbau Jamaah Hindari Jam Padat Umrah di Masjidil Haram pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Saudi Imbau Jamaah Hindari Jam Padat Umrah pada 10 Hari Terakhir Ramadan
JAKARTA — Pemerintah Arab Saudi mengimbau para jamaah untuk menghindari jam-jam paling padat saat melaksanakan ibadah umrah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Imbauan ini disampaikan menyusul lonjakan jumlah jamaah yang diperkirakan akan memadati kawasan Masjidil Haram di Makkah pada periode puncak ibadah tersebut.

Informasi ini dikutip dari publikasi HIMPUH yang merangkum laporan otoritas Arab Saudi terkait pengelolaan arus jamaah selama Ramadan.
Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk membantu mengurangi kepadatan jamaah serta memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah di area masjid suci.
Berdasarkan data pergerakan jamaah selama dua pekan pertama Ramadan, otoritas mencatat terdapat sembilan jam setiap hari yang menjadi periode paling padat di sekitar Masjidil Haram.
Jam Paling Padat Umrah
Menurut indikator lalu lintas jamaah yang dihimpun otoritas—sebagaimana dilaporkan Gulf News—periode paling padat biasanya terjadi pada dua rentang waktu utama, yaitu:
- Pukul 16.00 hingga 22.00
- Pukul 05.00 hingga 08.00
Pada waktu-waktu tersebut, arus jamaah yang datang untuk salat, tawaf, maupun melaksanakan umrah meningkat signifikan sehingga menyebabkan kepadatan di sejumlah area di dalam maupun sekitar Masjidil Haram.
Sementara itu, tingkat kepadatan sedang umumnya terjadi pada pukul 23.00 hingga 04.00.
Adapun waktu yang relatif lebih lengang biasanya berlangsung antara pukul 08.00 hingga 15.00, sehingga dianggap lebih nyaman bagi jamaah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah.
Persiapan Hadapi Lonjakan Jamaah
Pemerintah Arab Saudi memperkirakan jumlah jamaah akan meningkat tajam menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, periode yang dianggap paling istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Karena itu, aparat keamanan dan otoritas pengelola masjid telah meningkatkan berbagai persiapan untuk mengelola arus jamaah di kawasan Masjidil Haram.
Langkah-langkah yang diterapkan antara lain:
- Penguatan sistem pengendalian kerumunan
- Peningkatan manajemen lalu lintas jamaah
- Penyediaan layanan kemanusiaan bagi jamaah
- Pemanfaatan teknologi keamanan dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pergerakan jamaah
Selain itu, otoritas juga berupaya memperlancar akses menuju kawasan pusat Haram serta mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya bus yang mengangkut jamaah menuju dan dari Masjidil Haram.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran ibadah jutaan jamaah yang datang ke Makkah selama puncak Ramadan.
Sumber:
HIMPUH, dikutip dari laporan Gulf News mengenai imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
