Risiko umrah mandiri menurut gus irfan

Kategori : Umrah, Tips, Haji, New Articles, Ditulis pada : 20 November 2025, 14:16:37

Risiko Umrah Mandiri Menurut Gus Irfan: Mengapa Jemaah Indonesia Disarankan Berangkat Bersama Travel Resmi yang Terjamin

Jakarta - Ibadah umrah merupakan impian banyak umat Muslim di Indonesia. Setiap tahun, jutaan jemaah berangkat menuju Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah yang penuh keberkahan ini. Namun di balik besarnya animo tersebut, muncul fenomena baru yang semakin banyak dibicarakan: umrah mandiri. Skema ini memungkinkan jemaah berangkat sendiri tanpa pendampingan biro perjalanan atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)

Risiko Umrah Mandiri Menurut Gus Irfan.jpg

Meskipun telah dilegalkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, sejumlah pejabat pemerintah menilai bahwa pelaksanaan umrah mandiri masih menyimpan banyak risiko. Di antara yang paling lantang memberikan peringatan adalah Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan

Dalam sejumlah kesempatan, termasuk wawancara yang dilansir oleh Himpuh dan CNN Indonesia pada 19 November 2025, Gus Irfan menjelaskan bahwa praktik umrah mandiri masih jauh dari ideal. Bahkan, ia menceritakan sebuah kasus tragis yang seharusnya menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati

Umrah Mandiri Secara Regulasi: Legal Namun Tidak Sederhana

Sejak disahkannya UU No. 14 Tahun 2025, pemerintah memberikan tiga skema resmi perjalanan umrah:

  1. Melalui penyelenggara umrah (PPIU)
  2. Melalui skema mandiri
  3. Melalui Menteri

Artinya, siapa pun secara hukum dapat mengurus perjalanan umrah sendiri, termasuk pengajuan visa, akomodasi, transportasi, hingga agenda ibadah. Dari sisi regulasi, skema ini terlihat fleksibel dan memberi lebih banyak pilihan kepada masyarakat.

Namun menurut Gus Irfan, implementasinya tidak semudah terlihat di atas kertas. Banyaknya tahapan administrasi, aturan di Arab Saudi yang ketat, serta kebutuhan akan pendampingan membuat sebagian besar jemaah Indonesia belum siap untuk berangkat tanpa bantuan travel resmi.

“Secara teori umrah mandiri bisa dilakukan. Tapi praktiknya, di Indonesia belum bisa berjalan optimal karena jemaah masih harus melalui tahap-tahap rumit yang membutuhkan ketelitian dan pendampingan,” tegas Gus Irfan.

Ia menambahkan, masyarakat sering kali tidak memahami kompleksitas pengurusan dokumen hingga proses-proses yang berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Di sinilah potensi masalah mulai muncul ketika jemaah memaksakan diri untuk berangkat secara mandiri.

Kasus Tragis: Jenazah Jemaah Tak Tertangani 15 Hari di Arab Saudi

Peringatan Gus Irfan bukan sekadar teori atau sekadar kekhawatiran pemerintah. Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, ia menemukan sebuah kejadian yang menggambarkan risiko ekstrem dari umrah mandiri.

Seorang jemaah Indonesia meninggal dunia ketika sedang menjalankan ibadah umrah. Namun yang membuat situasi ini sangat memprihatinkan adalah kenyataan bahwa jenazah jemaah tersebut tidak tertangani selama 15 hari. Bukan karena tidak ada fasilitas, melainkan karena jemaah tersebut berangkat tanpa menggunakan jasa agen atau travel resmi. Tidak ada penanggung jawab yang dapat mengurus administrasi pemulasaraan, penyelesaian visa, hingga proses pemakaman atau pemulangan jenazah.

Jemaah tersebut hanya berangkat berdua bersama seorang temannya. Ketika kondisi darurat terjadi, sang teman tidak tahu harus menghubungi siapa atau ke mana ia harus melapor. Situasi ini menyebabkan jenazah terkatung-katung hingga akhirnya pihak Kemenhaj RI turun tangan untuk membantu.

Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa umrah mandiri bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Ada aspek spiritual, administratif, hukum, dan keselamatan yang sangat krusial. Ketika jemaah berangkat tanpa pendampingan resmi, berbagai risiko serius dapat terjadi tanpa kesiapan penanganan

Mengapa Umrah Mandiri Berisiko bagi Jemaah Indonesia?

Mayoritas jemaah umrah Indonesia adalah peziarah pemula yang belum familiar dengan prosedur perjalanan internasional, apalagi yang berkaitan dengan peraturan Arab Saudi. Berikut beberapa risiko utama umrah mandiri menurut para ahli dan praktisi penyelenggara umrah:

1. Pengurusan Visa yang Tidak Sederhana

Visa umrah memiliki persyaratan yang ketat, dan setiap tahun regulasi Arab Saudi dapat berubah. PPIU resmi biasanya memiliki akses langsung ke sistem visa, sementara jemaah mandiri harus melewati proses yang lebih rumit.

2. Tidak Ada Pendamping Mutawif

Mutawif adalah pembimbing ibadah yang berperan besar dalam membantu jemaah menjalankan rangkaian umrah dengan benar. Tanpa pendamping, jemaah berisiko salah melaksanakan tahapan atau kebingungan di lokasi.

3. Ketidakpahaman Kondisi Darurat

Ketika terjadi kondisi seperti sakit, kehilangan, tersesat, atau bahkan kematian, tidak ada yang bisa memberikan bantuan cepat. Travel resmi biasanya memiliki tim khusus untuk menangani keadaan darurat ini.

4. Masalah Hotel dan Transportasi

Banyak jemaah mandiri yang tertipu oleh promosi akomodasi murah yang ternyata jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Dalam beberapa kasus, transportasi pun tidak tersedia atau tidak sesuai standar.

5. Biaya Tak Terduga

Tanpa travel resmi, biaya yang awalnya terlihat murah dapat berubah menjadi jauh lebih mahal karena jemaah harus mengurus semuanya sendiri.

Pentingnya Memilih Travel Umrah Resmi dan Berizin

Melihat berbagai risiko tersebut, pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tetap disarankan berangkat melalui PPIU resmi. Travel resmi memiliki serangkaian keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh perjalanan mandiri, seperti:

  • Keamanan jemaah terjamin
  • Administrasi lengkap dan terkoordinasi
  • Pendampingan ibadah dari mutawif berpengalaman
  • Akses layanan cepat jika terjadi kondisi darurat
  • Akomodasi, transportasi, dan logistik sudah jelas

PPIU tidak hanya mengatur perjalanan, tetapi juga bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kenyamanan jemaah sepanjang ibadah.

Khazzanah Tours: Travel Umrah Resmi yang Aman, Terpercaya, dan Teruji Pengalamannya

potret jemaah khazzanah tours.jpg

Di tengah banyaknya pilihan travel umrah, masyarakat harus berhati-hati memilih biro perjalanan yang benar-benar legal, aman, dan kredibel. Salah satu travel umrah yang banyak direkomendasikan adalah Khazzanah Tours — penyelenggara perjalanan umrah berizin resmi yang telah dipercaya oleh banyak jemaah di seluruh Indonesia.

Khazzanah Tours menawarkan berbagai keunggulan yang membuat perjalanan umrah menjadi lebih tenang dan nyaman:

1. Berizin Resmi dan Terdaftar di Kementerian Agama

Legalitas adalah aspek paling penting dalam penyelenggaraan umrah. Khazzanah Tours memiliki izin resmi serta mengikuti seluruh regulasi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

2. Terakredita A

3. Pendampingan Penuh dari Keberangkatan Hingga Kepulangan

Setiap jemaah didampingi mutawif berpengalaman yang memahami ibadah, lokasi, dan prosedur di Tanah Suci. Jemaah tidak perlu khawatir tersesat atau salah menjalankan tahapan.

4. Akomodasi Nyaman dan Dekat Masjid

Hotel berada di lokasi strategis sehingga jemaah dapat fokus beribadah tanpa kelelahan berlebih.

5. Transportasi dan Konsumsi Terjamin

Semua kebutuhan perjalanan diatur dengan standar pelayanan tinggi.

6. Sistem Penanganan Darurat

Jika terjadi masalah kesehatan atau keadaan tidak terduga, tim Khazzanah Tours siap membantu dengan cepat dan profesional.

Ayo Berangkat Umrah Bersama Khazzanah Tours — Aman, Nyaman, dan Penuh Berkah

Setelah melihat berbagai risiko umrah mandiri dan memahami pentingnya memilih PPIU resmi, kini saatnya Anda menentukan pilihan yang paling aman.

Khazzanah Tours hadir sebagai travel umrah terpercaya yang siap mendampingi setiap langkah ibadah Anda di Tanah Suci.

Dengan layanan profesional, pendampingan penuh, serta legalitas lengkap, Khazzanah Tours memastikan perjalanan umrah Anda berjalan lancar, nyaman, dan penuh keberkahan.

 Info & Pendaftaran:

"Travel Umrah & Haji Pilihan Masyarakat Indonesia"

?Khazzanah Tours & Travel?

  1. Khazzanah Al-Anshary

Izin Umroh: U 115/2021 | Izin PIHK: HK-2906/2021

Konsultasikan program anda kepada kami:

Lokasi : Jl. Otista Raya No. 46 B Cawang, Jakarta Timur

021-2280 5042 | 0858 92100300 | 0877 4100 0035‬

Jangan ambil risiko dengan umrah mandiri!

Pilih perjalanan ibadah yang terjamin keamanan dan kenyamanannya!

Pilih Khazzanah Tours — Sahabat Setia Menuju Baitullah!

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id